Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Kamis, 01 Desember 2011

Surat Untuk Ibu...


Pagi jam 9.00 wib tiba dikantor, trus langsung buka milis dbcn_dahsyat, ada sebuah email masuk dari Mba Rinny Ekavianti isinya seperti ini:


Surat Untuk Ibu...

Ibuku sayang, aku mau cerita sama Ibu, tapi ceritanya pake surat ya... kan Ibu sibuk, capek, pulang sudah malam... 
kalo aku banyak ngomong, nanti Ibu marah-marah kayak kemarin, aku jadi takut dan nangis..
Kalo pake surat Ibu kan bisa sambil tiduran bacanya. 

Bu, boleh gak aku minta ganti Mbak? Mbak Jum suka galak...
Kalo aku gak mau makan, piringnya suka dibanting depan aku..
Kalo siang, aku... disuruh tidur, gak boleh main, padahal Mbak kerjanya cuma nonton sinetron aja...
Bukannya kata Ibu mbak itu untuk temenin aku main?
Aku pernah liat Mbak lagi ngobrol sama tukang roti diteras rumah, padahal kata Ibu kan gak boleh ada tukang-tukang yang masuk rumah khan? 
Kalo aku bilang gitu sama mba, mba marah banget dan katanya kalo aku ngadu ke Ibu, mba mau berhenti kerja...
Kalo mbak berhenti kerja nanti Ibu repot ya.. Ibu gak bisa kerja ya? Nanti gak ada yg jagain aku di rumah..?
Mbak gak diganti juga gak papa deh, tp Ibu bilangin ke mbak ya, jangan suka galak sama aku, jangan suka pukul aku.. 

Ibu, mulai tahun ini, Ulang Tahunku Ibu gak usah beli hadiah lagi. Ibu gak usah beli baju & mainan mahal lagi..
Uangnya Ibu tabung aja, nanti kalo tabungan Ibu udah banyak kan Ibu gak usah capek-capek kerja lagi...gak papa kok gak dapat mainan baru. 
Lebih asyik main sama Ibu.

Udah dulu ya bu, aku ngantuk.
Ibu jangan lupa makan, trus bobo. Kan besok pagi-pagi harus udah berangkat kerja. 

I Love You, Mom...
 
---

Kadang uang mengalahkan semuanya dengan dalih memenuhi kebutuhan hidup...
Tahukah anda, saat kita pensiun atau meninggal, perusahaan memiliki ratusan, bahkan ribuan orang untuk menggantikan kita...
Tapi sadarkah kita, tidak ada satupun yg bisa menggantikan kita di hati, pikiran, dan ingatan ANAK kita yg tercinta di rumah...
Saat waktu sudah berlalu, maka kita tidak punya kekuatan untuk membalikkan waktu lagi, kembali ke saat mereka membutuhkan kita untuk bermanja-manja..
Anak adalah milik TERINDAH yg kita punya.
Jagalah ia dengan cinta, sebelum Allah memintanya kembali
:);)

---


Membaca email tersebut benar-benar sangat menusuk hati nuraniku sebagai seorang Ibu, yg meninggalkan kedua anakku dari pagi hingga petang, hanya sekedar tuk mencari income tambahan .. hiks :(
Jadi semakin bulat tekad ku tuk resign dari kantor dan semakin besar pula keinginanku tuk sukses dibisnis Oriflame bersama d'BCN dalam meraih bonus perbulannya minimal sebesar 4 juta ... :). 

Dari surat diatas, aku dapat ambil 2 poin:
  1. Sudah sebandingkah besar gaji dari pekerjaan kita dengan waktu, tenaga dan pikiran saat meninggalkan anak-anak untuk bekerja diluar;
  2. Apakah keluarnya seorang ibu untuk bekerja, hanya untuk ambisi berlebihan bernama kemapanan atau memang kita sudah siap dan yakin anaknya terhandle dengan baik?.
Seorang ibu haruslah mandiri, termasuk secara finansial.  Akan tetapi ada yg lebih penting dari kemandirian finansial seorang ibu.  Anak-anak sebagai generasi penerus kita haruslah mendapat porsi yg utama.  Jangan sampai mereka kehilangan guru pertamanya, yaitu Ibu.  Boleh mencari uang asalkan pengasuhan anak tak terlalaikan.  Bahkan sebenarnya, seorang ibu rumah tangga jika dia sadar potensi dan terus mengasah diri dalam lingkup domestic dan lingkungan pun bisa meletakkan dasar untuk usahanya mandiri secara finansial jika sekiranya anak-anak sudah bisa dikondisikan untuk ditinggal/diajak bekerja.  Yaitu dengan aktif di perkumpulan orang tua di sekolah anak-anaknya misal, lalu memanfaatkan jaringan itu untuk berjualan atau berbisnis  (salah satu contohnya ini www.bisniskubisnispintar.com ).

Seorang ibu rumah tangga dengan segala kesibukan yg tiada hentinya, apalagi jika masih punya bayi dan balita hingga tak sempat bekerja mencari nafkah tidak lantas berarti sedang bergantung sepenuhnya secara finansial kepada suami. Matematika Tuhan, berbeda dengan matematika manusia. Nilai uang dan rejeki bisa berbeda tergantung sudut pandang kita.

Satu hal yang jelas pasti takkan terulang dan tak tergantikan adalah masa golden age yaitu periode emas perkembangan otak dan emosi anak. Uang sebanyak apapun tak kan bisa membeli waktu. Uang sebanyak apapun takkan bisa menggantikan kasih seorang ibu.

So, jika Anda seorang ayah, benarkah merasa perlu sekali dibantu istri mencari nafkah?.
Dan jika Anda seorang ibu, sudah luruskah motivasi bekerja itu serta sudah yakinkah buah hati kita, yang kita kandung dan lahirkan dengan susah payah dan mempertaruhkan nyawa berada di pengasuhan yang tepat? 
Hanya hati nurani kita yang bisa menjawabnya. ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar, namun tetap jaga kesopanan dengan tidak melakukan komentar spam.