Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

Rabu, 13 Maret 2013

DIAMOND ORIFLAME ... :)

  
 
Mupeng banget waktu liat foto 8 orang d'bcners direcognisi sebagai Diamond Director, dan salah satunya adalah upline ku yaitu mba doris nasution (nomer 3 dari kanan). 
Apasih istimewanya jadi seorang Diamond di bisnis Oriflame?, jelas keren abizz karna dilevel Diamond Director ini kita akan mendapatkan:
  • bonus performance 30 - 40 juta perbulann 
  • cash reward sebesar Rp 42.000.000,-
  • mobil Honda New CVR (warnanya kita bisa pilih sendiri loch .. :)
  • tiket jalan-jalan GRATIS ke Luar Negeri untuk 2 orang (2x setahun)
 
melihat pencapaian mba doris tersebut semakin yakin langkahku dibisnis ini, tidak ada yang tidak mungkin dicapai di bisnis Oriflame ini apalagi aku sudah berada di grup yg tepat yaitu DBCN.
Untuk mencapai sukses dibisnis ini caranya sama, kuncinya sama, katalognya sama, produknya juga sama tinggal actionnya ajah yg harus disamakan dan ditingkatkan.
 
Sudah terbayang di mata dan pikiranku, akan seperti apa sih LILA itu jika menjadi seorang Diamond??
Yang pasti dengan bonus perbulan sekitar 40 juta, dpt cash reward dan mobil gratis banyak yg bisa aku lakukan;
 
 
  • ingin membahagiakan kedua orang tua dan 2 orang kurcaci kecil (yg fotonya ada diatas itu loch ... :)
  • bisa memberangkatkan umrah kedua orang tuaku
  • bikin tabungan haji untuk kedua orang tua
  • bisa punya tabungan pendidikan untuk kedua kurcaci kecil
  • bisa bikin nyicil rumah baru yang ukurannya lebih luas dari rumah yang sekarang kami tempati 
  • dan yang tidak kalah penting jika aku bisa mencapai level diamond pastinya senang banget dan bangga karna bisa membantu 6 orang dibawah kakiku langsung untuk mempunyai invomce diatas Rp 4.000.000 per bulannya 
 
Mulai Maret 2013 ini visi ku untuk 3 tahun kedepan adalah Fokus dan Komit dibisnis ini, karna aku ingin mencapai level Diamond Director karna aku ingin membahagiakan orang-orang yang aku cintai, karna aku ingin mencapai semua IMPIAN aku dan membantu kehidupan orang banyak.
Fokus dibisnis Oriflame via grup d'bcn selama 4 - 5 tahun kedepan, supaya saya bisa punya tabungan dan passive income untuk masa tua nanti.
 
Saat ini saya adalah seorang istri dari seorang suami yg bernama Hery Sutomo (InsyaAllah sampai akhir hayat .. :)), telah dikaruniai 2 orang anak yaitu Fitri dan Subhan, dan saya bekerja kantoran dari senin - jumat yang pergi petang pulang petang (Alhamdulillah juga sampai sekarang dari gaji yang saya dapat nga bisa buat beli mobil, hihihi ..tapi tetap harus disyukuri ya teman-teman). 
9 tahun saya bekerja dimana kenaikan gajinya tiap tahun paling besar sekitar Rp 200.000,-. Hanya cukup untuk membantu perekonomian keluarga tapi tidak bisa untuk punya tabungan.  
Kalo seperti ini terus kapan saya bisa membahagiakan kedua orang tua dan punya cukup tabungan untuk pendidikan anak-anak dan tabungan masa tua nanti.
 
Melihat pencapaian mba doris dan teman-taman d'bcners lainnya, mereka hanya butuh waktu selama 3 tahun bahkan ada yg hanya 1,5 tahun sudah berada dilevel Diamond, bayangkan pertama kali join bonus yang mereka peroleh baru sekitar 50 ribuan setelah mencapai level Diamond bonus yang mereka peroleh sudah 30 - 40 jutaan, berapa kali lipat kenaikannya jika dibandingkan dengan kenaikan gaji aku yang kerja kantoran ini, hihihi .. jauh banget ya teman-teman :).
 
Makanya aku jadi tambah yakin dan menaruh harapan besar dari bisnis Oriflame ini untuk memenuhi semua IMPIAN-IMPIAN yang sudah aku tuliskan di dreamboard di rumah. Ingat ya teman-teman kunci Suksesnya hanya Fokus + Komit + Action + Doa, InsyaAllah saya dan teman-teman BISA seperti para DIAMOND diatas.
 
GO DIAMOND .....
 
 
Regards,
Jalilah | 081510533236 | 29FB2625 | www.bisnisimpiankita.com 

Jumat, 28 Desember 2012

Apa Arti Uang Sebesar Rp 39.900,- ??



Mau tanya nich apa arti uang sebesar Rp 39.900,- buat teman-teman semua?

Apakah uang sebesar Rp 39.900,- dipakai untuk :

  1. Makan direstoran cepat saji kah?
  2. Beli sabun disupermarketkah?
  3. atau untuk beli baju ditoko?

Kalau untuk saya pribadi, uang sebesar Rp 39.900,- adalah modal awal untuk mulai berbisnis di perusahaan kosmetik terkenal yaitu ORIFLAME.

Dan dari Rp 39.900,- itu keuntungan yang akan saya peroleh adalah:
  1. Dapat menjadi penghasilan utama dan pengahasilan kedua,
  2. Tidak ada perasaan takut akan dipecat,
  3. Punya kebebasan waktu,
  4. Dapat dikerjakan dari rumah dengan memanfaatkan fasilitas internet dan handphone, 
  5. Naik jabatan setinggi-tingginya , 
  6. Dapat reward mobil GRATIS, 
  7. Bisa jalan-jalan ke Luar Negeri GRATIS, 
  8. Dan …. Yang terpenting bisnis ini bisa diwariskan ke anak .. :)
Nahhhhh ..... 
Buat temen-temen yang mau tahu seperti apa bisnis yang sedang aku jalani ini bisa kok cekidot disini www.bisnisimpiankita.com atau hubungi aku di 081510533236 atau di pin 29FB2625. Tenang dan jangan kuatir, nanti PASTI aku ajarkan caranya loch ... :) , dijamin ngga bakalan nyesel  karna saya tergabungnya di grup D’BCN yang bertumbuhannya sangat pesat.

Regards,
Lila

Jumat, 23 Maret 2012

KISAH IBU PENJUAL TEMPE ......

-- Sumber: Copas dari FB Syaiful Anwar Al-anshory --

Di Karangayu, sebuahdesa di Kendal, Jawa Tengah, hiduplah seorang ibu penjual tempe. Tak ada pekerjaan lain yang dapat dia lalukan sebagai penyambung hidup. Meski demikian, nyaris tak pernah lahir keluhan dari bibirnya. Ia jalani hidup dengan riang. “Jika tempe ini yang nanti mengantarku ke surga, kenapa aku harus menyesalinya. ..” demikian dia selalu memaknai hidupnya.

Suatu pagi, setelah salat shubuh, dia pun berkemas. Mengambil keranjang bambu tempat tempe, dia berjalan ke dapur. Diambilnya tempe-tempe yang dia letakkan di atasmeja panjang. Tapi, deg! dadanya gemuruh.Tempe yang akan dia jual, ternyata belum jadi. Masih berupa kacang kedelai, sebagian berderai, belum disatukan ikatan-ikatan putih kapas dari peragian. Tempe itu masih harus menunggu satu hari lagi untuk jadi. Tubuhnya lemas. Dia bayangkan, hari ini pasti dia tidak akan mendapatkan uang, untuk makan, dan modal membeli kacang kedelai, yang akan dia olah kembali menjadi tempe.

Di tengah putus asa, terbersit harapan di dadanya. Dia tahu, jika meminta kepada Allah, pasti tak akan ada yang mustahil. Maka, di tengadahkan kepala, dia angkat tangan, dia baca doa. “Ya Allah, Engkau tahu kesulitanku. Aku tahu Engkau pasti menyayangi hamba-Mu yang hina ini. Bantulah aku ya Allah, jadikanlah kedelai ini menjadi tempe. Hanya kepada-Mu kuserahkan nasibku…” Dalam hati, dia yakin, Allah akan mengabulkan doanya.

Dengan tenang, dia tekan dan mampatkan daun pembungkus tempe. Dia rasakan hangat yang menjalari daun itu. Proses peragian memang masih berlangsung. Dadanya gemuruh. Dan pelan, dia buka daun pembungkus tempe. Dan… dia kecewa. Tempe itu masih belum juga berubah. Kacang kedelainya belum semua menyatu olehkapas-kapas ragi putih. Tapi, dengan memaksa senyum, dia berdiri. Diayakin, Allah pasti sedang “memproses” doanya. Dan tempe itu pasti akan jadi.

Dia yakin, Allah tidak akan menyengsarakan hambanya yang setia beribadah seperti dia. Sambil meletakkan semua tempe setengah jadi itu ke dalam keranjang,dia berdoa lagi. “Ya Allah, aku tahu tak pernah ada yang mustahil bagi-Mu. Engkau Maha Tahu, bahwa tak ada yang bisa aku lakukan selain berjualan tempe. Karena itu ya Allah, jadikanlah.Bantulah aku, kabulkan doaku…”

Sebelum mengunci pintu dan berjalan menuju pasar, dia buka lagi daun pembungkus tempe. Pasti telah jadi sekarang, batinnya. Dengan berdebar, dia intip dari daun itu, dan… belum jadi. Kacang kedelai itu belum sepenuhnya memutih. Tak ada perubahan apa pun atas ragian kacang kedelai tersebut. “Keajaiban Tuhan akan datang… pasti,” yakinnya.

Dia pun berjalan ke pasar. Di sepanjang perjalanan itu, dia yakin, “tangan” Tuhan tengah bekerja untuk mematangkan proses peragian atas tempe-tempenya. Berkali-kali dia dia memanjatkan doa… berkali-kali dia yakinkan diri, Allah pasti mengabulkan doanya.

Sampai di pasar, di tempat dia biasa berjualan, dia letakkan keranjang-keranjang itu. “Pasti sekarang telah jadi tempe!” batinnya. Dengan berdebar, dia buka daun pembungkus tempe itu, pelan-pelan. Dan… diaterlonjak. Tempe itu masih tak ada perubahan. Masih sama seperti ketika pertama kali dia buka di dapur tadi.

Kecewa, airmata menitiki keriput pipinya. Kenapa doaku tidak dikabulkan? Kenapa tempe ini tidak jadi? Kenapa Tuhan begitu tidak adil? Apakah Dia ingin aku menderita? Apa salahku? Demikian batinnya berkecamuk.

Dengan lemas, dia gelar tempe-tempe setengah jadi itu di atas plastik yang telah dia sediakan. Tangannya lemas, tak ada keyakinan akan ada yang mau membeli tempenya itu. Dan dia tiba-tiba merasa lapar… merasa sendirian. Tuhan telah meninggalkan aku, batinnya.

Airmatanya kian menitik. Terbayang esok dia tak dapat berjualan… esok dia pun tak akan dapat makan. Dilihatnya kesibukan pasar, orang yang lalu lalang, dan “teman-temannya” sesama penjual tempe di sisi kanan dagangannya yang mulai berkemas. Dianggukinya mereka yang pamit, karena tempenya telah laku. Kesedihannya mulai memuncak. Diingatnya, tak pernah dia mengalami kejadian ini. Tak pernah tempenya tak jadi. Tangisnya kian keras. Dia merasa cobaan itu terasa berat…

Di tengah kesedihan itu, sebuah tepukan menyinggahi pundaknya. Dia memalingkan wajah, seorang perempuan cantik, paro baya, tengah tersenyum, memandangnya. “Maaf Ibu, apa ibu punya tempe yang setengah jadi? Capek saya sejak pagi mencari-cari di pasar ini, tak ada yang menjualnya. Ibu punya?”

Penjual tempe itu heran. Terkesima. Tiba-tiba wajahnya pucat. Tanpa menjawab pertanyaan si ibu cantik tadi, dia cepat menadahkan tangan. “Ya Allah, saat ini aku tidak ingin tempe itu jadi. Jangan engkau kabulkan doaku yang tadi. Biarkan sajalah tempe itu seperti tadi, jangan jadikan tempe…” Lalu segera dia mengambil tempenya. Tapi, setengah ragu, dia letakkan lagi. “jangan-jangan, sekarang sudah jadi tempe…”

“Bagaimana Bu? Apa ibu menjual tempe setengah jadi?” tanya perempuan itu lagi. Kepanikan melandanya lagi. “Duh Gusti… bagaimana ini? Tolonglah ya Allah, jangan jadikan tempe ya?” ucapnya berkali-kali. Dan dengan gemetar, dia buka pelan-pelan daun pembungkus tempe itu. Dan apa yang dia lihat, pembaca?? Di balik daun yang hangat itu, dia lihat tempe yang masih sama. Belum jadi! “Alhamdulillah!” pekiknya, tanpa sadar. Segera dia angsurkan tempe itu kepada si pembeli.

Sembari membungkus, dia pun bertanya kepada si ibu cantik itu. “Kok Ibu aneh ya, mencari tempe kok yang belum jadi?” “Oohh, bukan begitu, Bu. Anak saya, si Shalauddin, yang kuliah S2 di Australia ingin sekali makan tempe, asli buatan sini. Nah, agar bisa sampai sana belum busuk, saya pun mencari tempe yang belum jadi. Jadi, saat saya bawa besok, sampai sana masih layak dimakan. Oh ya, jadi semuanya berapa, Bu?”...

Dalam kehidupan sehari-hari, kita acap berdoa, dan “memaksakan” Allah memberikan apa yang menurut kita paling cocok untuk kita. Dan jika doa kita tidak dikabulkan, kita merasa diabaikan, merasa kecewa. Padahal, Allah paling tahu apa yang paling cocok untuk kita. Jangan Pernah Suudzon terhadap ALLAH dan yakinlah rencana-Nya adalah SEMPURNA

Kamis, 08 Desember 2011

It's The Best Campaign Ever!

Ini kayanya salah deh promonya hehe...asli ringan banget
persyaratannya. Cuman ngajak 2 orang baru dan
si member baru tersebut order masing-masing 100 poin
saja maka yang ngajak bisa dapetin Jam Tangan dibawah ini GRATIS.
 
Aw..aw..awww
Yang ngga ngeliat ini adalah promo yang 'gila'
keliatannya rugi banget deh.
Dari kacamata bisnis promo ini nguntungin banget dan
mungkin merugikan Oriflame wkwkwkw ...
 
Mana member barunya juga bakalan terima 'Cash Back Uang Pendaftarannya' lagi.
Artinya biaya mendaftarnya yang 39.900 itu juga akan dikembalikan oleh
Oriflame kalau dalam 30 hari bergabungnya member tersebut, dia melakukan
order pertama sejumlah Rp. 175.000
 
Jadi untungnya berkali-kali lipet.

Tuh liat gambar jamnya...manis banget kan yaa... :)
Ayo buruan daftar disini --> www.bisniskubisnispintar.com
Dan segera kejar jam tangannya itu yah.
 
Buruan, ini kesempatan bagus banget.
Berlaku cuma sampai tgl 30 Des 2011.
Kesempatan buat capai level baru incaran saya.
Yup tul banget level Senior Manager (bonus perbulannya 4 - 7 jutaan)
 
Level incaran kamu yang mana?
Buruan ini bisa mendorongmu mendarat di level itu lho.
Jadi, tunggu apalagi...bergeraklah!
Kalau perlu berlari lebih kenceng, bukannya lari-lari kecil :)

Raih level incaranmu sekarang!

Do it now or you will lose.
Karena di C1 gak bakalan ada lagi offer se "GILA" ini.
Take it now!
And you will grow your network.
This is the best campaign ever Leaders..
"Cuman" rekrut 2 orang baruuuuu loh :p
 

Kamis, 01 Desember 2011

Surat Untuk Ibu...


Pagi jam 9.00 wib tiba dikantor, trus langsung buka milis dbcn_dahsyat, ada sebuah email masuk dari Mba Rinny Ekavianti isinya seperti ini:


Surat Untuk Ibu...

Ibuku sayang, aku mau cerita sama Ibu, tapi ceritanya pake surat ya... kan Ibu sibuk, capek, pulang sudah malam... 
kalo aku banyak ngomong, nanti Ibu marah-marah kayak kemarin, aku jadi takut dan nangis..
Kalo pake surat Ibu kan bisa sambil tiduran bacanya. 

Bu, boleh gak aku minta ganti Mbak? Mbak Jum suka galak...
Kalo aku gak mau makan, piringnya suka dibanting depan aku..
Kalo siang, aku... disuruh tidur, gak boleh main, padahal Mbak kerjanya cuma nonton sinetron aja...
Bukannya kata Ibu mbak itu untuk temenin aku main?
Aku pernah liat Mbak lagi ngobrol sama tukang roti diteras rumah, padahal kata Ibu kan gak boleh ada tukang-tukang yang masuk rumah khan? 
Kalo aku bilang gitu sama mba, mba marah banget dan katanya kalo aku ngadu ke Ibu, mba mau berhenti kerja...
Kalo mbak berhenti kerja nanti Ibu repot ya.. Ibu gak bisa kerja ya? Nanti gak ada yg jagain aku di rumah..?
Mbak gak diganti juga gak papa deh, tp Ibu bilangin ke mbak ya, jangan suka galak sama aku, jangan suka pukul aku.. 

Ibu, mulai tahun ini, Ulang Tahunku Ibu gak usah beli hadiah lagi. Ibu gak usah beli baju & mainan mahal lagi..
Uangnya Ibu tabung aja, nanti kalo tabungan Ibu udah banyak kan Ibu gak usah capek-capek kerja lagi...gak papa kok gak dapat mainan baru. 
Lebih asyik main sama Ibu.

Udah dulu ya bu, aku ngantuk.
Ibu jangan lupa makan, trus bobo. Kan besok pagi-pagi harus udah berangkat kerja. 

I Love You, Mom...
 
---

Kadang uang mengalahkan semuanya dengan dalih memenuhi kebutuhan hidup...
Tahukah anda, saat kita pensiun atau meninggal, perusahaan memiliki ratusan, bahkan ribuan orang untuk menggantikan kita...
Tapi sadarkah kita, tidak ada satupun yg bisa menggantikan kita di hati, pikiran, dan ingatan ANAK kita yg tercinta di rumah...
Saat waktu sudah berlalu, maka kita tidak punya kekuatan untuk membalikkan waktu lagi, kembali ke saat mereka membutuhkan kita untuk bermanja-manja..
Anak adalah milik TERINDAH yg kita punya.
Jagalah ia dengan cinta, sebelum Allah memintanya kembali
:);)

---


Membaca email tersebut benar-benar sangat menusuk hati nuraniku sebagai seorang Ibu, yg meninggalkan kedua anakku dari pagi hingga petang, hanya sekedar tuk mencari income tambahan .. hiks :(
Jadi semakin bulat tekad ku tuk resign dari kantor dan semakin besar pula keinginanku tuk sukses dibisnis Oriflame bersama d'BCN dalam meraih bonus perbulannya minimal sebesar 4 juta ... :). 

Dari surat diatas, aku dapat ambil 2 poin:
  1. Sudah sebandingkah besar gaji dari pekerjaan kita dengan waktu, tenaga dan pikiran saat meninggalkan anak-anak untuk bekerja diluar;
  2. Apakah keluarnya seorang ibu untuk bekerja, hanya untuk ambisi berlebihan bernama kemapanan atau memang kita sudah siap dan yakin anaknya terhandle dengan baik?.
Seorang ibu haruslah mandiri, termasuk secara finansial.  Akan tetapi ada yg lebih penting dari kemandirian finansial seorang ibu.  Anak-anak sebagai generasi penerus kita haruslah mendapat porsi yg utama.  Jangan sampai mereka kehilangan guru pertamanya, yaitu Ibu.  Boleh mencari uang asalkan pengasuhan anak tak terlalaikan.  Bahkan sebenarnya, seorang ibu rumah tangga jika dia sadar potensi dan terus mengasah diri dalam lingkup domestic dan lingkungan pun bisa meletakkan dasar untuk usahanya mandiri secara finansial jika sekiranya anak-anak sudah bisa dikondisikan untuk ditinggal/diajak bekerja.  Yaitu dengan aktif di perkumpulan orang tua di sekolah anak-anaknya misal, lalu memanfaatkan jaringan itu untuk berjualan atau berbisnis  (salah satu contohnya ini www.bisniskubisnispintar.com ).

Seorang ibu rumah tangga dengan segala kesibukan yg tiada hentinya, apalagi jika masih punya bayi dan balita hingga tak sempat bekerja mencari nafkah tidak lantas berarti sedang bergantung sepenuhnya secara finansial kepada suami. Matematika Tuhan, berbeda dengan matematika manusia. Nilai uang dan rejeki bisa berbeda tergantung sudut pandang kita.

Satu hal yang jelas pasti takkan terulang dan tak tergantikan adalah masa golden age yaitu periode emas perkembangan otak dan emosi anak. Uang sebanyak apapun tak kan bisa membeli waktu. Uang sebanyak apapun takkan bisa menggantikan kasih seorang ibu.

So, jika Anda seorang ayah, benarkah merasa perlu sekali dibantu istri mencari nafkah?.
Dan jika Anda seorang ibu, sudah luruskah motivasi bekerja itu serta sudah yakinkah buah hati kita, yang kita kandung dan lahirkan dengan susah payah dan mempertaruhkan nyawa berada di pengasuhan yang tepat? 
Hanya hati nurani kita yang bisa menjawabnya. ;)

Rabu, 30 November 2011

My Dream House :)

Ini sekedar catatan supaya aku mengingat apa yg aku impikan, biar nanti pas ada dananya gak bingung2 lagi dech, hehehe ...

Rumah Minimalis 200 M2 :

1 kamar tidur utama

3 kamar tidur anak

1 ruang tamu utama

1 ruang keluarga

1 ruang makan

1 ruang dapur

Halaman yg cukup untuk tempat bermain anak2 ku










Selasa, 22 November 2011

RAHASIA MEMBANGUN USAHA YG MENGHASILKAN INCOME BERKESINAMBUNGAN

Cara membangun usaha yangmenghasilkan income yang berkesinambungan setiap bulannya seperti saluran pipa yang mengalirkan airnya tanpa peduli siang dan malam, yaitu dengan cara NETWORK MARKETING, salah satunya Bisnis Oriflame bersama DBCN.

Coba dech baca kisah "Pablo and Bruno #Parable Of The Pipeline#" di bawah ini :)


Alkisah ada dua orang bersaudara bernama Pablo dan Bruno.  Mereka berdua adalah pribadi yang sama-sama mempunyai impian untuk menjadi orang yang kaya (sama seperti kita tentunya, hehehe).

Pada suatu hari, datanglah kesempatan kepada mereka berdua.  Kepala desa dimana mereka tinggal memutuskan untuk mempekerjakan Pablo dan Bruno untuk membawa air dari sungai diluar desa ke sebuah penampungan air di tengah desanya.  Keduanya masing-masing membawa dua buah ember dan segera menuju sungai untuk mengambil air. bekerja sebagai pembawa ember, mengangkut air yg dibutuhkan desa tempat tinggal mereka dengan imbalan sekian penny per ember.  Mereka membarter ember yg mereka bawa dan waktu untuk mendapatkan uang. 

Bruno sangat senang sekali dengan upah/gaji yang dia peroleh.  Telah terbayang di depan matanya berapa banyak ember yg mampu dia bawa, dan dia akan menjadi orang yg kaya dari pekerjaannya itu.
Namun tidak demikian dengan Pablo.  Rasa nyeri dipunggung dan lecet-lecet di kedua telapak tangannya membuat dia berpikir keras untuk menyiasatinya.  Ia berpikir bagaimana mengerjakan tugas tersebut dengan lebih efisien, dengan ide untuk membangun saluran pipa yang dapat mengalirkan air dari sumbernya ke tempat penampungan air di tengah desanya.

Keesokan paginya Pablo menyampaikan idenya ke kapada Bruno untuk membuat saluran pipa yang akan mengalirkan air ke tengah desa.  Daripada mondar-mandir membawa-bawa ember hanya untuk mendapatkan beberapa penny per hari, namun Bruno menolak mentah-mentah ide Pablo tersebut.  Bruno cukup puas dengan upah/gajiinya 1 penny dari setiap ember air yang mampu dia bawa.  Pablo tidak mudah berputus asa, dia sangat yakin akan impiannya dan memutuskan untuk mengerjakan proyek tersebut sendirian.

Akhirnya Pablo memutuskan untuk tetap membangun pipa tersebut.  Ia tetap bekerja mengangkut air, tapi ia menyisihkan waktu kerja dan akhir pekannya untuk membangun saluran pipanya.  Dia menyadari bahwa ini akan mengurangi penghasilan yang didapat dari mengangkut air, dia tahu betul bahwa perlu waktu setidaknya satu atau dua tahun agar saluran pipanya ini menghasilkan sesuatu yg berarti, namun ia tetap yakin impiannya akan terwujud.

Bruno sekarang telah menjadi orang kaya, hidup dengan nyaman bahkan cenderung mewah karena pekerjaan membawa ember ternyata memberikan penghasilan yg memadai.  Bruno dapat membeli rumah, kendaraan dan keperluan lainya, serta tak ketinggalan juga mentraktir teman-temannya minum di kedai kopi. 
Orang-orang didesa mulai untuk mengejek Pablo denga sebutan “manusia pipa” dan ejekan ini diperoleh Pablo setiap harinya.  Namun Pablo sangat yakin akan impiannya dan bertekad tidak mau menyerah dari impiannya.  Dia selalu mengingatkan dirinya sendiri bahwa cita-cita masa depan sesungguhnya dibangun berdasarkan pada perjuangan yang dilakukan hari ini. Dari hari menjadi minggu, dari minggu menjadi bulan bahkan akhirnya hitungan tahun, Pablo bekerja siang malam tak kenal lelah membangun saluran pipa.
Mula-mula hanya beberapa meter, kemudian menjadi ratusan meter hinga akhirnya puluhan kilometer saluran pipa Pablo mulai mendekati tempat penampungan air di tengah desa.  Ketika akhirnya pekerjaan itu rampung, seluruh desa menjadi senang karena mendapat pasokan air yang terus menerus dari saluran pipa tersebut, tak peduli siang atau malam.  Di lain sisi, dia memperhatikan tubuh Bruno yang semakin lama semakin membungkuk karena dia selalu membawa ember air lebih banyak untuk mendapatkan penghasilan tambahan dan tenaganya semakin berkurang dimakan waktu.  Bruno tampak menyeringai kesakitan dan langkahnya semakin lamban akibat bekerja keras dan banyak mengeluarkan tenaga setiap hari.  Jika tidak bekerja dia tidak akan mendapatkan penghasilan.

Keadaan mulai berbalik.  Akhirnya saat bahagia Pablo pun tiba. Saluran pipanya sudah selesai, dan pasokan air bersih secara tetap sudah bisa dialirkan ke penampungan desa.  Desa tersebut  tak lagi kuatir pasokan terhenti ketika pembawa ember sedang sakit atau berlibur.  Setelah saluran pipa itu selesai, Pablo sudah tidak perlu membawa-bawa ember karena airnya akan terus mengalir.  Dan dengan begitu semakin banyak pula uang yang mengalir ke kantong Pablo.

Dari cerita diatas dapat kita petik kesimpulan, bahwa kerja keras saja gak akan membuat impian kita terwujud secara maksimal.  Kerja keras memang perlu namun dengan dibarengi kerja cerdas, maka hasil kerja kita akan maksimal dan berlipat ganda.  Tentunya jangan lupa tuk dibarengi dengan DOA :).